Wednesday, 4 August 2021
Share To:
feature-top

Kisah di kitab Kejadian 26:1-28 adalah kisah penting untuk belajar membangun ketahanan pangan di zaman ini. Demikianlah Firman Tuhan; Maka timbullah kelaparan di negeri itu. — Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin

Kejadian 26:12 (TB)  Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Kejadian 26:13 (TB)  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya


Ayat diatas menjelaskan kisah Ishak di daerah filistin yang sedang mengalami kelaparan tapi Ishak bisa mengalami yang sebaliknya. Dia berhasil  sekali dengan panen 100 kalinya

Apa yang dialami Ishak harusnya juga dialamii oleh umatNya di generasi ini.

Seperti kepanjangan nama ISHAK adalah kepanjangan dari kualitas yang perlu dimiliki di generasi ini yakni:

Iman, dia punya Iman kepada Tuhan karena itu dia mau taat kepada Tuhan untuk tinggal di Gerar dalam keadaan kelaparan walau Ishak punya pilihan untuk pergi ke Mesir yang tidak mengalami kelaparan.

Setia dalam proses Tuhan, menggali sumur sumur bekas digali oleh bapanya Abraham, dia setia sebagai anak bagi bapanya Abraham

HAti yang bersih dari kebencian ketika diusir beberapa kali oleh Abimelek dari Gerar. Hati Ishak tetap teguh untuk menabur di tempat  baru

Karakter Kristus dan kedewasaan, mengasihi Abimelek ketika menyerah dan mendatangi Ishak. sehingga Abimelek mengakui dan memuliakan Tuhan, Kejadian 26:26-30 (TB) Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya.

Tetapi kata Ishak kepada mereka: "Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?"

Jawab mereka: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN."

Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum

Ketahanan pangan yg dialami Ishak bukan kebetulan, tapi mengintegrasikam ketaatan dan iman kepada Tuhan, prinsip integrated farming dan ketekunan.


Dr. Ir.  Rachmat T. Manullang, M.Si.
Lumbung Yusuf Indonesia

Comment

Add a Comment

Generic placeholder image

GERAKAN BERBAGI KASIH HUT RI KE-76 Kapan pandemi ini akan berakhir? Tidak ada yang bisa memprediksi. Namun banyak kesempatan untuk melakukan kebaikan kebaikan yang Tuhan berikan melalui kehidupan kita.…