Wednesday, 4 August 2021
Share To:
feature-top

Jakarta, tambahasil.com - Dalam wawancara melalui hubungan telepon, Kapolda menjelaskan keluarga yang menjadi korban tidak memiliki perselisihan apapun dengan kelompok MIT sebelumnya. Saat terjadi penganiayaan yang akhirnya menewaskan mereka juga tidak ada kata-kata apapun.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Drs. Abdul Rakhman Baso, SH. mengatakan,"Prediksi kita kejadian ini merupakan balas dendam karena pada 17 November lalu kami melumpuhkan dua orang dari kelompok mereka yang selama ini masuk dalam daftar DPO."

Operasi Tinombala telah tiga kali diperpanjang tahun ini dengan target menyelesaikan kelompok teroris MIT. Masa tugas satgas ini seharusnya berakhir pada 30 September lalu, tapi diperpanjang hingga 31 Desember karena masih ada 13 orang kelompok Ali Kalora yang menjadi DPO.

Ali Kalora adalah 'petinggi' yang tersisa dari kelompok militan Islam yang berbasis di Poso, Sulawesi Tengah, semenjak Santoso alias Abu Wardah tewas dalam penyergapan aparat keamanan pada 2016 lalu.


Dia juga ditunjuk sebagai pemimpin kelompok itu menyusul diringkusnya pentolan kelompok Muhajidin Indonesia Timur (MIT) Basri alias Bagong, di tahun yang sama.

Mantan deklarator Perdamaian Malino, Pendeta Rinaldy Damanik, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (28/11) mengatakan jika benar pelaku adalah kelompok MIT, ia menyimpulkan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala belum berdaya untuk mengatasi kelompok tersebut.

Dalam rilisnya Pendeta Damanik meminta agar Satgas Tinombala bekerja lebih berani dan profesional. Karena keamanan, kedamaian, kesejahteraan, hubungan harmonis antar umat beragama dan kesatuan bangsa harus menjadi yang utama.

Pada Sabtu (28/11) Pimpinan Pusat Gereja Bala Keselamatan menggelar jumpa pers dan menyebar rilis, meminta jemaatnya tetap tenang serta waspada.

Masyarakat diharap tidak menyebarkan informasi ataupun gambar yang tidak benar/tidak layak agar tidak menimbulkan keresahan atas kejadian yang menewaskan satu keluarga itu.

Terkait kejadian ini, ormas Islam Sulawesi Tengah PB Alkhairaat dalam rilis tertulisnya juga mengimbau masyarakat tidak tersulut emosi dan tidak mudah terprovokasi. Sdebagaimana dilansir oleh BBC News Indonesia


PERNYATAAN SIKAP MAJELIS UMAT KRISTEN INDONESIA (MUKI) TENTANG TINDAKAN TERORIS DI LEMBATONGOAN, KABUPATEN SIGI,  PROVINSI SULAWESI TENGAH 

Pernyataan Sikap yang diterima oleh redaksi tambahasil.com pada 28/11 ditanda tangani oleh Ketua Umum MUKI Djasarmen Purba, SH dan Sekretaris Jenderal Pdt. Drs. Mawardin Zeda, M.Th. berikut pernyataannya,

Dukacita mendalam kembali terjadi lagi di bumi pertiwi, tindakan teror dan jeritan umat menggema dari Lembatongoan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dimana pembunuhan dan pembakaran rumah penduduk yang menelan korban jiwa 4 orang yang tidak bersalah meninggal dunia secara keji dan pembakaran rumah tempat tinggal yang juga digunakan sebagai tempat ibadah. Kejadian ini menimbulkan ketakutan dan kepanikan serta pengungsian dari masyarakat sekitar. Hal ini harus diantisipasi oleh aparat keamanan dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat.

Memperhatikan kondisi dan situasi saat ini dan perlunya penanganan menyeluruh dalam kasus ini maka Dewan Pimpinan Pusat Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Rasa duka mendalam dan turut berbelarasa atas kejadian dan tindakan yang tidak berprikemanusiaan dari orang tak bertanggung jawab yang menimpah anggota jemaat Gereja Bala Keselamatan.

2. Mengutuk dengan keras segala bentuk kekerasan, tindakan teror, pembunuhan dan pembakaran rumah penduduk yang dilakukan kelompok teroris di Lembatongoan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

3. Mendorong pemerintah untuk dapat menangani persoalan ini dengan cepat, secara transparan, profesional dan proposional sehingga kejadian teror seperti ini tidak terulang kembali.

4. Pemerintah dapat memberikan jaminan keamanan dan perlindungan serta kenyamanan bagi warga negara dan masyarakat Indonesia secara menyeluruh sehingga masyarakat dapat menjalankan kembali aktifitasnya sehari-hari tanpa ada kekhawatiran dan ketakutan.

5. Mengajak semua anggota dan simpatisan Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) dan elemen masyarakat dan umat Kristiani untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi pada berbagai berita-berita yang beredar di masyarakat dan juga memperhatikan sungguh-sungguh seruan dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan, gereja dan atau organisasi keumatan lainnya yang memberikan kesejukan dan kedamaian dalam semua tindakan.

Kiranya Tuhan Yesus Kristus Yang Maha Pengasih dan penyayang tetap melindungi pemerintah, rakyat Indonesia dan segenap wilayah negara kesatuan republik Indonesia. /Ant.

Comment

Add a Comment

Generic placeholder image

GERAKAN BERBAGI KASIH HUT RI KE-76 Kapan pandemi ini akan berakhir? Tidak ada yang bisa memprediksi. Namun banyak kesempatan untuk melakukan kebaikan kebaikan yang Tuhan berikan melalui kehidupan kita.…